Sudah dua tahun blog ini aku diemin, dan hari ini kumulai lagi mencoreti kanvas blog ku
ada dua hal yang membuat ku menulis ini, (1) clip tentang gitaris terkenal tanpa tangan namanya Tony Melendez, dan dua temanku Yosef Wijoyo dan Enade yang menghidupi blog-nya dengan sangat antusias.
Maka aku tuliskan mengenai beranjak dari rencana. Banyak orang melihat rencana bagus, rencana yang jelek, rencana yang sangat jelek dan rencana yang sangat bagus. Tapi tidak banyak orang yang bertahan dengan perencanaan itu sendiri. Rencana yang bagus, jika tidak dikerjakan menjadi action… tidak berbeda dengan rencana yang sangat jelek sekalipun, karena hanya berupa …….RENCANA…..sejenis bukan?
Yang tidak pernah disadari adalah rencana-rencana sepintas yang kadang malah mendominasi pikiran dan hidup kita. Kadang rencana sepintas menjadi sangat mendesak dan sangat penting. Ketika saya melakukan hal-hal seperti itu, kadang saat berdiam sejenak, sering ku sadari bahwa saya hanyut dalam rencana orang lain atau hiruk-pikuk dunia yang serba cepat dan instan. Maka tiada kata lain kecuali maju dan menantang diri memasuki dunia ketidak pastian namun sudah terencana strateginya.
Merubah-ubah rencana tanpa pernah beranjak untuk melakukan, merupakan bentuk dari hidup yang stagnan. Dan malah hidup dalam angan yang selalu berkata “SEANDAINYA”. Maka penting untuk selalu memulai sesuatu dengan rencana, dan melakukan rencana tersebut tanpa harus mundur lagi dengan rencana lain. Maju terus teman-temanku seperjoeangan.